Krisis Air Korban DBD Bertambah Signifikan, Sekarang Capai 1.586 Penderita

0

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD)di kota Balikpapan sangat mengkhawatirkan dan terus mengintai korban. Bahkan krisis air dan lingkungan kotor makin memperparah penambahan jumlah penderita DBD secara signifikan.

Dinas Kesehatan Kota dalam sepekan mencatat ada 200 penderita DBD. Dari semula 1300 penderita kini telah 1.586 warga dengan 13 kematian hingga akhir pekan ini (13/5/2016).
“Krisis air juga salah satu faktor terjadinya DBD karena lingkungan menjadi kotor akibat kekurangan air,”kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan Suheriyono (13/5/2016).

Dia mengatakan, kasus DBD di Balikpapan sudah mendekati Kejadian Luar Biasa (KLB). Karena itu pihaknya terus menghimbau dan mengingatkan warga masyarakat untuk awas dan waspada.

Kebersihan lingkungan nilai Suheriyono jalan terbaik untuk mencegah penyebaran penyakit mematikan dikalangan anak- anak ini.

“Kasus ini sudah mendekati KLB. Saya harap masyarakat mewaspadai dengan menjaga kebersihan lingkungan masing-masing. Karena ini cara paling efektif, ”tuturnya.

Heri mengaku, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya dalam menangani kasus DBD. Rencananya DKK akan menggelar seminar dan sosialisasi tentang penyakit DBD.

Seluruh dokter dan tenaga kesehatan di seluruh puskesmas akan ikut dalam seminar

“Antisipasi sudah kami lakukan, pada tanggal 22 Mei depan, kami juga akan mengadakan seminar ilmiah mengupas tentang kasus DBD. Kita akan
undang pemateri dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jakarta, mereka sangat ahli dalam penanganan DBD,” ujarnya.

Dia berharap peran dan partisipasi pemerintahan di tingkat kecamatan, kelurahan juga RT menjadi pilar penting ikut mencegah terjadinya penyebaran penyakit ini.

” Kita berharap semua Camat dan Lurah termasuk pengurus RT agar terus mengencarkan gerakan Pemberantasan Jentik Nyamuk (PJN) di sekitar lingkungan warga. Tanpa keterlibatan mereka sulit untuk membendung penyebaran penyakit ini, ” pungkasnya.

.

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY