Warga Griya Indah Balikpapan Tewas Setelah Berduel

0
Ilustrasi (merahputih.com)

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Muhammad Samir (28) warga Perumahan Griya Alam Permata. RT.39 Kelurahan Graha Indah Balikpapan Utara tewas, setelah berduel dengan Dwiyono (41) warga Jl Sangga Buana RT.35 Kelurahan Batu Ampar Balikpapan Utara pada Minggu (14/8) pagi.

Samir terkena sabetan celurit Dwiyono di bagian kepala dan leher yang membuatnya harus mengembuskan nafas terakhir. Sementara Diwyono juga juga mengalami luka di bagian kepala dan lengannya karena terkena golok Samir.

Akibat kejadian itu, kepolisian menetapkan Dwiyono sebagai tersangka penganiayaan hingga menyebabkan hilangnya nyawa seseorang. Hanya saja karena terluka dan masih dalam perawatan, Dwiyono belum bisa dimintai keterangan.

“Tersangka juga mengalami luka masih dilakukan perawatan tim medis, tetap kami lakukan penjagaan,”kata Kapolsek Balikpapan Utara, AKP Sarbini.

Berdasarkan hasil penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) motif utama terjadinya duel maut tersebut, akibat ketersingungan. Termasuk pengaruh minuman keras.

“Ini juga karena pengaruh minuman beralkohol jadi tersingung saat ditegur dan terjadilah perkelahian,‎” terang Sarbini.

Sarbini mengungkapkan, telah mengamankan barang bukti yang digunakan keduanya saat berduel diantaranya celurit dan golok

“Barang bukti yang kami amankan antara lain sebilah golok, celurit dan baju korban yang berlumuran darah,” imbuhnya.

Peristiwa tersebut bermula ‎ketika korban tengah asik menenggak minuman keras bersama temannya sekira pukul 04.30 wita. Mereka minum berdekatan dengan lokasi tempat Dwiyono berjualan buah-buahan.

Dwiytono kemudian menegur teman korban karena membuat gaduh di lokasi dagangannya serta kerap mengambil barang dagangan tanpa membayar. ‎Tidak terima rekannya ditegur korban yang sudah dalam terpengaruh minuman keras mengeluarkan golok.

Korban pun langsung menodongkan golok tersebut tepat ke leher Dwiyono yang kemudian melakukan perlawanan. Dwiyono mengambil celurit yang biasa untuk memotong pisang. Keduanya kemudian berduel.

Dalam duel itu, Samir kemudian memakan korban. Karena Samir tewas terkena sabetan celurit Dwiyono. Dwiyono puin juga terkena sabetan golok Samir.

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY