Volume Sampah Meningkat, Armada Terbatas

0
Masyarakat Balikpapan masih banyak menggunakan kantong plastik (foto : beritaborneo)

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Volume sampah di Kota Balikpapan meningkat hingga 20 persen pada saat ramadhan kali ini. Bahkan saat lebaran volume sampah akan meningkat lagi. Namun sayangnya jumlah armada pengangkut sampah justru terbatas.

Sekretaris Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Balikpapan Zulkifli mengatakan, saat ini jumlah armada pengangkut sampah baru tersedia 27 unit dan masih butuh sebanyak 90 unit. Untuk bisa mengangkut sampa ke tempat pembangan akhir (TPA) Manggar.

“Volume sampah menjelang lebaran nantinya kita perkirakan hingga 500 ton. Tapi nanti pada hari raya Idul Fitri, volume sampah diprediksi bertambah hingga 20 persen,” ujar Zulkifli.

“Angkutan kita yang ada sekitar 27 unit truk. Kalau kita kalkulasi jika kita mengangkut 400 ton sampah setia hari dengan kapasitas 3 ton sampah sekali angkut, berarti kita butuh angkutan sekitar 90 unit truk untuk mengangkut sampah di lapangan per hari,”

Menurut dia, pengangkutan sampah dilakukan pada malam hari mulai jam 10 malam hingga jam 6 pagi. Jika pekerja pengangkut sampah 2-3 rate per malam, maka ditambah 1 rate lagi menjelang lebaran nantinya.

“Kita tambah pengangkutan, kalau di hari-hari biasanya dilakukan di malam hari, maka di siang hari pun juga kita lakukan. Kalau armada enggak bisa ditambah karena terbatas jadi kinerjanya yang kita tambah,” ujarnya.

Zulkifli mengungkapkan, volume sampah terbanyak berasal dari kecamatan yang berpenduduk padat, seperti di wilayah Balikpapan Kota dan Utara. Sampah tersebut tidak semunya diangkut pada tepat waktu lantaran beberapa kebijakan dilakukan.

Seperti penghapusan TPS seperti di pinggir jalan protokol. Alhasil, DLH sudah menghapus sekira 95 TPS di lokasi tersebut. Adapun keseluruhan, TPS berjumlah 400 kini tersisa sekira 300 TPS setelah dilakukan penghapusan.

“Kita akui bahwa saat ini banyak sampah yang belum terangkut pada waktunya karena kita seiring dengan menghapus TPS di pinggir jalan protokol sehingga masyarakat ini belum terbiasa mebuang sampah yang lebih jauh jaraknya sehingga mereka sekalian membuang sampah pada saat jam kerja. Jadi banyak yang dibuang di pagi hari sehingga sampah masih banyak di siang hari,” pungkasnya.

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY