Top Header Ad

Donald Trump Tolak Permintaan Jaminan Keamanan Ukraina Dari PM Inggris

Donald Trump PM Inggris
Pertemuan PM Inggris Keir Starmer dan Presiden AS Donald Trump (Tangkapan Layar YouTube BBC)

WASHINGTON, Inibalikpapan.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tolak permintaan Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer akan komitmen AS terkait dukungan militer kepada Ukraina.

Trump mengatakan pada Kamis 27 Februari kesepakatan mineral dengan Ukraina adalah jaminan keamanan yang negara itu butuhkan terhadap Rusia.

Starmer, yang bertemu Trump di Gedung Putih untuk pertama kalinya sejak dia menjabat berusaha bujuk Trump.

Ia mengatakan perdamaian di Ukraina hanya mungkin terjadi karena Trump.

PM Inggris yang getol bela Ukraina ini juga menyerahkan undangan dari Raja Charles untuk kunjungan kenegaraan mendatang yang Trump terima.

Namun, perbedaan mendasar antara sekutu tetap ada, termasuk ketegangan transatlantik atas perundingan AS-Rusia yang bertujuan mengakhiri perang Ukraina dan ancaman tarif Trump.

Sebelum pertemuan, Starmer mengatakan tidak akan ada perdamaian jangka panjang di Ukraina tanpa ketegasan jaminan keamanan AS dimana Trump tolak argumen ini.

Ketika ditanya apakah dia bisa mempercayai Presiden Rusia Vladimir Putin, Trump berkata, “percaya dan terverifikasi.”.

Hal ini senada dengan mantan Presiden AS Ronald Reagan tentang negosiasi dengan Uni Soviet.

Ia mengatakan bahwa ia yakin Putin akan melakukan invasi lagi pasca kesepakatan. Sebagai informasi, invasi ke Ukraina berlangsung pada tahun 2014 dan 2022.

“Itu akan terjadi dalam waktu dekat, atau tidak akan terjadi sama sekali,” kata Trump.

Starmer Masih Ngotot Yakinkan Trump

Starmer mengatakan tidak sembarang kesepakatan akan berhasil. PM Inggris itu menekankan kekhawatiran negara-negara Eropa bahwa kesepakatan damai yang terburu-buru dengan Rusia dapat menyebabkan ketidakstabilan lebih lanjut di Eropa.

“Kita harus melakukannya dengan benar,” katanya pada konferensi pers bersama dengan Trump. “Tidak akan ada perdamaian yang memberi penghargaan kepada agresor.”

Starmer adalah pemimpin Eropa terkini yang bertemu Trump setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron datang ke Gedung Putih pada hari Senin lalu.

Macron datang untuk pertemuan persahabatan yang juga menunjukkan perbedaan mencolok atas perang Rusia dengan Ukraina.

Trump, yang mulai menjabat pada tanggal 20 Januari, telah mengejutkan masyarakat AS dan sekutu-sekutunya di Eropa karena pendekatan kepada Putin.

Bahkan sebutan diktator kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dan juga menuntut balik uang bantuan untuk Ukraina semasa Joe Biden masih jadi presiden kejutkan publik AS.

Zelenskiy akan kunjungi Gedung Putih hari ini untuk menandatangani kesepakatan dengan Trump mengenai mineral tanah kosong.

Trump menggambarkan kesepakatan itu sebagai cara untuk mendapatkan kembali uang AS untuk mendukung Ukraina. Tidak ada jaminan keamanan untuk Kyiv.

Starmer Masih Akan Mendukung Ukraina

Starmer telah mengisyaratkan bahwa Inggris akan meningkatkan anggaran pertahanan serta meyakinkan Presiden AS itu bahwa Eropa akan memberikan dukungan dan jaminan keamanan kepada Ukraina jika pembicaraan damai dengan Rusia berhasil.

Pada hari Kamis, Trump menegaskan kembali komitmen jangka panjang Amerika Serikat untuk saling membela negara-negara NATO.

Bahkan jika pasukan penjaga perdamaian Eropa berakhir di Ukraina, dengan mengatakan, “Saya mendukungnya. Saya rasa kita tidak punya alasan untuk itu.”

Putin pada hari Kamis memperingatkan  para elit Barat agar tidak mencoba menyabotase pemulihan hubungan antara Rusia dan AS.

Presiden Rusia itu mengatakan bahwa Moskow akan menggunakan diplomat dan dinas intelijennya untuk menggagalkan upaya tersebut. Pernyataan tersebut tampaknya merujuk pada Uni Eropa dan Inggris.

Starmer mengatakan dia terbuka terhadap pasukan Inggris yang memberikan jaminan keamanan kepada Ukraina, tetapi hanya bersama dengan negara-negara Eropa lainnya dan dengan kondisi yang tepat.

Perjanjian Perdagangan Bilateral AS – Inggris

Selama konferensi pers bersama, Trump mengatakan AS dan Inggris sedang merundingkan perjanjian perdagangan bilateral.

Kesepakatan perdagangan bebas yang luas belum tercapai negara-negara tersebut sejak masa jabatan Trump tahun 2017-2021.

Tetapi Presiden AS itu katakan kedua negara dapat mencapai kesepakatan dalam waktu dekat”.

Ketika ditanya oleh seorang wartawan apakah Starmer telah meyakinkannya untuk membatalkan ncaman untuk mengenakan tarif pada Inggris, Trump berkata, “Dia sudah berusaha keras.”

“Kita bisa saja berakhir dengan kesepakatan perdagangan nyata di mana tarif tidak diperlukan,” kata Trump. “Kita lihat saja.”

Pada awal kunjungan, Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan para pemimpin juga membahas apa yang ia gambarkan sebagai  pelanggaran kebebasan berbicara di Inggris yang telah memengaruhi perusahaan teknologi AS.

“Kami sudah memiliki kebebasan berbicara sejak lama di Inggris Raya,” jawab Starmer.

Pemimpin Inggris itu berhati-hati untuk tidak terlibat dalam kritik apa pun terhadap Trump.

“Anda seorang negosiator yang sangat tangguh,” kata Trump, yang mengundang tawa Starmer. “Aku tidak yakin aku menyukainya.”

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses