Hingga Januari 2025 Progres Pembangunan IKN Capai 68,6 Persen, Sebanyak 55 Paket Infrastruktur Telah Rampung

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Basuki Hadimuljono, melaporkan bahwa hingga 29 Januari 2025, progress pembangunan infrastruktur tahap pertama (2020-2024) telah mencapai 68,6 persen.
Mantan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) itu menyebut, dari 109 paket proyek fisik, sebanyak, 55 paket telah selesai, 49 paket dalam tahap konstruksi, dan 5 paket masih dalam proses lelang.
Adapun rincian pembangunan yang telah berjalan yakni, jalan tol56,8 kilometer (Km) Balikpapan menuju Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) dan jalan tol 12,2 km lainnya dalam pengerjaan.Kemudian runway bandara VVIP IKN sepanjang 3 km.
Lalu infrastruktur air & banjir diantaranta, Bendungan Sepaku Semoi berkapasitas 16 juta m³ dan Intake Sungai Sepaku dengan debit air 3.000 liter/detik. Selanjutnya 21 embung dan 4 kolam retensi untuk pengendalian banjir.
Sistem Air Minum diantaranya, Instalasi pengolahan air minum berkapasitas 300 liter/detik. Reservoir induk berkapasitas 2×6.000 m³. Jaringan perpipaan sepanjang 47,42 km.
Gedung perkantoran pemerintah yakni Istana Garuda (Kantor Presiden), Istana Negara, Istana Wakil Presiden. Lapangan Upacara dan Kantor Sekretariat Negara. Empat Kompleks Kantor Kementerian Koordinator, Kantor Otorita IKN, dan lainnya.
IKN Siap Rampung Sesuai Target
Pemerintah memastikan pembangunan IKN terus berjalan sesuai target, dengan prioritas penyelesaian infrastruktur utama sebelum Agustus 2024, menjelang peringatan Kemerdekaan RI ke-80.
Sebelumnya, Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda, menegaskan bahwa pembangunan IKN tetap berjalan sesuai rencana
Dia juga meminta agar tidak idak perlu diperdebatkan dalam konteks politik antara Presiden ke-7 Joko Widodo dan Presiden saat ini Prabowo Subianto.
Menurut Rifqinizamy, narasi politik yang membenturkan kedua presiden terkait pembangunan IKN tidak produktif. Oleh karena itu, Komisi II DPR RI berkomitmen untuk terus menyebarkan optimisme bahwa proyek ini akan selesai tepat waktu.
“Dari ruang Komisi II, kami ingin menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur IKN akan selesai sesuai rencana. Presiden Prabowo juga berkomitmen untuk melanjutkan proyek ini sebagai bagian dari semangat gotong-royong bangsa. Setiap presiden memiliki nilai dan warisan pembangunan yang harus diteruskan,” ujar Rifqinizamy dalam keterangan tertulis.
Anggaran Pembangunan IKN 2025 Capai Rp14,4 Triliun
Menanggapi polemik anggaran, Rifqinizamy—yang merupakan Politisi Fraksi NasDem—menjelaskan bahwa dalam APBN 2025, pemerintah telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan infrastruktur IKN sebesar Rp6,3 triliun.
Saat ini, proses penambahan anggaran sebesar Rp8,1 triliun tengah berlangsung, sehingga total anggaran pembangunan IKN di tahun 2025 mencapai Rp14,4 triliun.
“Anggaran Rp14,4 triliun ini menjadi tanggung jawab Otorita IKN (IKN) dan digunakan untuk pembangunan infrastruktur legislatif serta yudikatif. Sementara itu, infrastruktur eksekutif sudah ditangani Kementerian PUPR dengan total anggaran yang telah terpakai mencapai Rp89 triliun,” jelas Rifqinizamy.
Secara keseluruhan, kebutuhan dana pembangunan IKN hingga 2028 diperkirakan mencapai Rp48,8 triliun.
sumber : laman DPR
BACA JUGA