Komunitas Muslim Bersatu Balikpapan Gelar Salat Idul Fitri Di 30 Maret

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Komunitas Muslim Bersatu Balikpapan telah menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1446 H jatuh pada tanggal 30 Maret berdasarkan hasil rukyatul hilal global yang dilakukan pada dini hari sekitar pukul 02.30 Wita.
Ketua Panitia Komunitas Muslim Bersatu Balikpapan, Hannes Abdul Majid, menyampaikan bahwa keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan hasil pengamatan hilal dari berbagai lokasi di dunia.
“Berdasarkan rukyatul hilal global yang kami ikuti, kami menetapkan Hari Raya Idul Fitri pada tanggal 30,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hannes Abdul Majid menambahkan bahwa jumlah jamaah yang mengikuti shalat Idul Fitri bersama komunitas ini terus bertambah.

“Saat ini, kami memperkirakan jumlah jamaah yang akan hadir sekitar 700 orang. Namun, jumlah tersebut masih bisa bertambah mengingat antusiasme umat Muslim di Balikpapan,” tambahnya.
Shalat Idul Fitri akan dilaksanakan di lokasi yang telah ditentukan oleh komunitas, dengan persiapan yang sudah matang untuk menyambut umat Muslim yang akan beribadah bersama.
“Kami berharap shalat Idul Fitri ini dapat berjalan dengan khidmat dan penuh keberkahan,” tutup Hannes Abdul Majid.
Hari Kemenangan dan Refleksi Kebangkitan Umat
Dalam khutbah salat id nya, Khatib Ustadz Nazaruddin mengatakan, merayakan kebahagiaan setelah menjalani bulan suci Ramadan. Kemenangan ini bukan sekadar tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi tentang keberhasilan kita dalam melawan hawa nafsu dan godaan setan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan: kebahagiaan saat berbuka dan kebahagiaan saat bertemu dengan Tuhannya.” (HR. Muslim)
Kebahagiaan sejati bukan hanya pada saat berbuka setelah seharian berpuasa atau saat merayakan Idulfitri dengan keluarga, tetapi juga pada pencapaian ketakwaan yang menjadi tujuan utama ibadah puasa. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)
Namun, kebahagiaan ini masih bercampur dengan kesedihan yang mendalam. Ramadan yang penuh berkah ini masih kita jalani dalam situasi yang memprihatinkan. Dunia Islam dan negeri ini masih dihadapkan pada berbagai krisis moral, ekonomi, dan sosial.
Jutaan hektar hutan terus ditebang demi kepentingan sesaat, bukan untuk kesejahteraan rakyat, melainkan untuk memperkaya segelintir orang. Korupsi masih merajalela, sementara kemiskinan dan pengangguran terus meningkat.
Selain itu, permasalahan moral kian mengkhawatirkan. Kasus-kasus kejahatan seperti perzinahan, pemerkosaan, penyalahgunaan narkoba, dan penyimpangan perilaku lainnya semakin marak. Ini menjadi tantangan besar bagi umat Islam untuk kembali kepada nilai-nilai agama yang lurus dan menjaga kemuliaan peradaban Islam.
Oleh karena itu, di hari kemenangan ini, marilah kita jadikan momentum ini sebagai refleksi untuk memperkuat keimanan dan kepedulian sosial. Kita harus bersatu dalam kebaikan, menegakkan keadilan, dan memperjuangkan kesejahteraan umat. Islam mengajarkan kita untuk tidak hanya menjadi pribadi yang bertakwa secara individu, tetapi juga memberikan manfaat bagi sesama.
BACA JUGA