Lebaran Telah Tiba! Ini Bacaan Takbir Idulfitri dan Dzikir Sesuai Tuntunan Rasulullah

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Malam takbiran menjadi momen penuh suka cita bagi umat Islam di seluruh dunia. Takbir berkumandang di masjid, musala, hingga jalanan, menandakan datangnya hari kemenangan setelah sebulan berpuasa. Amalan ini memiliki dasar yang kuat dalam ajaran Islam dan tentu sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
وَلِتُكۡمِلُواْ ٱلۡعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمۡ وَلَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ
“Dan hendaklah kamu menyempurnakan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al-Baqarah [2]: 185)
Bacaan Takbir Idulfitri
Melansir Suara, jaringan inibalikpapan.com, takbir yang jadi pada malam hingga hari raya Idulfitri merupakan rangkaian dzikir yang pernah terucap oleh Rasulullah SAW. Berikut adalah lafal lengkapnya:
Arab:
اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ لَا إلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
لَا إلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ
لَا إلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ
لَا إلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
Latin:
Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar. La ilaha illallahu wallahu akbar. Allahu akbar wa lillahil hamdu.
Allahu akbar kabira, walhamdu lillahi katsira, wa subhanallahi bukratan wa ashila.
La ilaha illallahu wa la na’budu illa iyyahu, mukhlishina lahud dina walau karihal kafirun.
La ilaha illallahu wahdah, shadaqa wa’dah, wa nashara ‘abdah, wa a’azza jundahu wa hazamal ahzaba wahdah.
La ilaha illallahu wallahu akbar. Allahu akbar walillahil hamdu.
Terjemahan:
“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada Tuhan selain Allah yang Maha Besar. Allah Maha Besar, segala puji bagi-Nya.”
“Allah Maha Besar dengan kebesaran-Nya, segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya, dan Maha Suci Allah sepanjang pagi dan sore. Tiada Tuhan selain Allah, dan kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya dengan memurnikan agama Islam, meskipun orang-orang kafir membencinya.”
“Tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa. Dia yang menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, memuliakan pasukan-Nya, serta mengalahkan musuh-musuh-Nya dengan keesaan-Nya.”
“Tiada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar. Allah Maha Besar, segala puji bagi-Nya.”
Dzikir Tambahan
Selain takbir, ada dzikir tambahan sebagaimana Rasulullah SAW baca di Bukit Shafa. Dzikir ini riwayat oleh Imam Muslim:
Arab:
اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
لَا إلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ
لَا إلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ
لَا إلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ
Latin:
Allahu akbar kabira, walhamdu lillahi katsira, wa subhanallahi bukratan wa ashila.
La ilaha illallahu wa la na’budu illa iyyahu mukhlishina lahud dina walau karihal kafirun.
La ilaha illallahu wahdah, shadaqa wa’dah, wa nashara ‘abdah, wa hazamal ahzaba wahdah.
La ilaha illallahu wallahu akbar.
Terjemahan:
“Allah Maha Besar dengan kebesaran-Nya, segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya, dan Maha Suci Allah sepanjang pagi dan sore.”
Tiada Tuhan selain Allah, dan kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya dengan memurnikan agama ini, meskipun orang-orang kafir membencinya.”
“Tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa, yang menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, serta mengalahkan pasukan musuh dengan keesaan-Nya.”
“Tiada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar.”
Pandangan Ulama Mengenai Takbir
Para ulama sepakat bahwa takbir di malam Idulfitri adalah sunnah yang dianjurkan. Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab mengutip pendapat Imam As-Syafi’i tentang lafal takbir yang paling umum:
صِفَةُ التَّكْبِيرِ المُسْتَحَبَّةِ: اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ
“Sifat takbir yang dianjurkan adalah ‘Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar’. Inilah yang paling masyhur dalam pendapat Imam As-Syafi’i dalam kitab Al-Umm dan Al-Mukhtashar serta yang dipegang oleh para ulama Syafi’iyah.” (Al-Majmu’, Juz V, Halaman 42).
Membaca takbir dan dzikir di malam serta hari raya Idulfitri bukan hanya sebagai amalan sunnah, tetapi juga cara untuk menghidupkan syiar Islam. Dengan mengumandangkan takbir, kita menegaskan kebesaran Allah SWT dan mensyukuri nikmat yang telah diberikan-Nya.***
BACA JUGA