Top Header Ad

Presiden Prabowo : Efisiensi Keuangan Negara Dialihkan untuk 20 Program Strategis Bernilai Miliaran Dolar

Presiden Prabowo Subianto / Setneg
Presiden Prabowo Subianto / Setneg

Jakarta, Inibalikpapan.com – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah berhasil menghemat lebih dari US$20 miliar atau sekitar Rp 327 triliun, yang setara dengan 10% dari anggaran tahunan negara.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam sambutannya secara virtual sebagai keynote speaker dalam forum internasional World Government Summit, Kamis (12/2/2025).

Prabowo menjelaskan, anggaran besar yang berhasil dihemat ini akan dialihkan untuk membiayai lebih dari 20 program strategis yang bernilai miliaran dolar. Program-program ini dirancang untuk menciptakan dampak langsung pada kesejahteraan rakyat Indonesia.

Efisiensi Anggaran untuk Program-Pogram Strategis

Presiden Prabowo menegaskan bahwa penghematan yang sebelumnya dialokasikan untuk proyek-proyek yang tidak memiliki strategi jelas, kini akan digunakan untuk mendanai berbagai inisiatif yang bertujuan untuk mengubah Indonesia.

“Penghematan yang sebelumnya digunakan untuk proyek tanpa arah yang jelas, kini akan dialokasikan untuk lebih dari 20 program strategis, yang dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mempercepat pembangunan nasional,” ujar Prabowo dilansir dari suara.com jaringan inibalikpapan.

Program Strategis untuk Kesejahteraan dan Penciptaan Lapangan Kerja

Prabowo mengungkapkan bahwa program-program strategis tersebut mencakup investasi besar dalam industri hilir nikel, bauksit, tembaga, dan mineral penting lainnya. Program-program ini bertujuan untuk memperkuat sektor industri Indonesia serta menciptakan lapangan kerja yang luas bagi masyarakat.

BACA JUGA :

Pemerintah Indonesia juga berfokus pada pengembangan industri petrokimia dan pembangunan pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI), yang diperkirakan akan membuka peluang kerja baru di sektor teknologi dan industri kreatif.

Pengembangan Ketahanan Pangan dan Energi Terbarukan

Selain itu, Prabowo menambahkan bahwa dana penghematan negara juga akan dialokasikan untuk memperkuat ketahanan pangan Indonesia. Salah satu tujuan utama dari program ini adalah untuk menjadikan Indonesia sebagai negara pengekspor pangan dalam beberapa tahun ke depan.

“Upaya ini juga sejalan dengan peningkatan produksi protein, pengembangan akuakultur, serta investasi dalam proyek-proyek energi bersih dan terbarukan, dengan memanfaatkan sumber daya mineral dan energi terbarukan yang melimpah di Indonesia,” tambah Prabowo.

Dengan langkah-langkah strategis ini, pemerintah Indonesia berharap dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dan memperkuat daya saing Indonesia di panggung global.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses