Top Header Ad

Presiden Ukraina Sebut Donald Trump Salah Paham

Presiden Ukraina Donald Trump
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy katakan Donald Trump salah paham (X/@ZelenskyyUa)

KYIV, inibalikpapan.com  – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy katakan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump salah paham.

Hal ini terkait dengan pernyataan Donald Trump yang mengatakan bahwa Ukraina yang bertanggung jawab atas invasi skala penuh Rusia tahun 2022.

Berbicara menjelang pembicaraan dengan utusan Trump untuk Ukraina, Zelenskiy mengatakan ia ingin tim Trump mendapat informasi lebih akurat tentang Ukraina.

Pemimpin Ukraina mengatakan pernyataan Trump bahwa tingkat persetujuannya hanya 4 persen adalah disinformasi Rusia dan bahwa setiap upaya untuk menggantikannya akan gagal.

“Kami punya bukti bahwa angka-angka ini sedang dalam pembahasan antara Amerika dan Rusia. Artinya, Presiden Trump… sayangnya hidup di ruang disinformasi ini,” kata Zelenskiy kepada TV Ukraina.

Kurang dari sebulan menjabat sebagai presiden, Trump telah menjungkirbalikkan  kebijakan AS mengenai Ukraina dan Rusia.

Ia mengakhiri upaya Washington untuk mengisolasi Rusia atas invasinya ke Ukraina melalui panggilan telepon Trump-Putin dan pembicaraan antara pejabat senior AS. dan pejabat Rusia.

Dana kekayaan kedaulatan Rusia mengatakan pihaknya memperkirakan sejumlah warga perusahaan AS akan kembali ke Rusia paling cepat pada kuartal kedua tahun 2025.

Pembicaraan untuk mengakhiri perang di Ukraina telah mengecualikan Ukraina dan Eropa, yang menurut Trump harus melangkah maju untuk menjamin gencatan senjata.

Zelenskiy telah menyarankan pemberian hak perusahaan AS  untuk mengekstrak mineral berharga di Ukraina dengan imbalan  jaminan keamanan AS.

Namun ia mengindikasikan Trump tidak menawarkan itu.

Zelenskiy mengatakan hal tersebut dalam konferensi pers dimana AS telah memberikan Ukraina $67 miliar dalam bentuk persenjataan dan $31,5 miliar dalam bentuk dukungan anggaran.

Dan bahwa tuntutan Amerika atas mineral senilai $500 miliar bukanlah “pembicaraan serius”, dan bahwa ia tidak dapat menjualnya kepada negaranya.

Rencananya ia akan bertemu dengan pejabat AS yang sedang berkunjung.

Ukraina mengutus Keith Kellogg, yang mengatakan setibanya di Kyiv bahwa ia mengharapkan adanya pembicaraan substansial karena perang mendekati usia tiga tahun.

“Kami memahami perlunya jaminan keamanan,” kata Kellogg kepada wartawan, seraya mengatakan bahwa bagian dari misinya adalah “duduk dan mendengarkan.”

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov memuji Trump karena mengatakan bahwa AS sebelumnya mendukung  Ukraina untuk bergabung dengan aliansi militer NATO merupakan penyebab utama perang di Ukraina.

Pembalikan kebijakan tersebut membuatnya berselisih dengan sekutu di Uni Eropa yang beranggotakan 27 orang.

Mereka menyetujui paket sanksi ke 16 terhadap Rusia, termasuk pada aluminium dan kapal yang diyakini membawa minyak Rusia yang dikenai sanksi.

Sementara itu, Prancis mengatakan tidak memahami logika komentar Trump bahwa Ukraina harus yang bersalah karena invasi Rusia.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses